Kamis, 22 November 2012

Belajar Kesabaran dan Ketulusan

Satu tahun satu bulan tujuh belas hari sudah saya lewati tanpa dia, tapi kenapa sulit sekali bagi hati untuk memulai lagi. Potongan kenangan, indah maupun perih muncul perlahan-lahan, membuat hati yang sudah pulih terluka lagi. Belakangan saya dengar, dia sudah sangat bahagia dengan kisah terbarunya. Sementara saya masih di sini sendiri terpuruk dengan setumpuk kenangan yang seakan tak bisa habis ini. Mencoba membuka hati dengan yang lain, sempat hampir terpaut namun akhirnya lepas dan sedih datang kembali. Beberapa teman mencoba untuk membantu saya membuka hati, namun sepertinya memang bukan mereka pemilik hati, ragu dan kecewa lagi. Saya iri dengan dia yang dengan begitu mudahnya bisa melupakan saya sementara saya untuk memulai melupakan saja sangat susah. Kalau ditanya kapan saya bisa benar-benar membuka hati lagi dan kepada siapa, jujur sampai detik ini saya tidak punya bayangannya. Saya hanya berpikir mungkin Tuhan sedang mengajarkan saya arti kesabaran dan ketulusan dalam kehidupan. Sabar berharap dan yakin akan rancangan terbaik Tuhan, termasuk di dalamnya belajar menghormati waktu Tuhan. Dia juga mengajarkan saya tentang ketulusan, ketulusan untuk ikut berbahagia melihat orang yang kita cintai bahagia, walaupun bukan bersama kita. Semoga saya bisa menikmati proses belajar kesabaran dan ketulusan ini, kuatkan dan tolong saya Tuhan.. :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar