Kamis, 22 November 2012

Belajar Kesabaran dan Ketulusan

Satu tahun satu bulan tujuh belas hari sudah saya lewati tanpa dia, tapi kenapa sulit sekali bagi hati untuk memulai lagi. Potongan kenangan, indah maupun perih muncul perlahan-lahan, membuat hati yang sudah pulih terluka lagi. Belakangan saya dengar, dia sudah sangat bahagia dengan kisah terbarunya. Sementara saya masih di sini sendiri terpuruk dengan setumpuk kenangan yang seakan tak bisa habis ini. Mencoba membuka hati dengan yang lain, sempat hampir terpaut namun akhirnya lepas dan sedih datang kembali. Beberapa teman mencoba untuk membantu saya membuka hati, namun sepertinya memang bukan mereka pemilik hati, ragu dan kecewa lagi. Saya iri dengan dia yang dengan begitu mudahnya bisa melupakan saya sementara saya untuk memulai melupakan saja sangat susah. Kalau ditanya kapan saya bisa benar-benar membuka hati lagi dan kepada siapa, jujur sampai detik ini saya tidak punya bayangannya. Saya hanya berpikir mungkin Tuhan sedang mengajarkan saya arti kesabaran dan ketulusan dalam kehidupan. Sabar berharap dan yakin akan rancangan terbaik Tuhan, termasuk di dalamnya belajar menghormati waktu Tuhan. Dia juga mengajarkan saya tentang ketulusan, ketulusan untuk ikut berbahagia melihat orang yang kita cintai bahagia, walaupun bukan bersama kita. Semoga saya bisa menikmati proses belajar kesabaran dan ketulusan ini, kuatkan dan tolong saya Tuhan.. :')

Senin, 23 Juli 2012

Sing sabar yo nduk..

"Ngenes adalah saat mantan bermesraan dengan pacar barunya dan sang gebetan malah ingetnya sama sahabat kita". #tratakdungces  Begitulah kira-kira tweet saya kemarin sore. Entah kenapa akhir-akhir ini saya suka curhat di social media. Kesepian mungkin bisa jadi alasan utamanya. Saya sedih bukan karena saya ga direspon spesial sama sang gebetan, saya sedih karena saya ga begitu bisa catch his attention pas pertama kali kenal. Bukannya apa, saya ini tipikal cewek yang pemalu dan cenderung lebih doyan diajak ngobrol ketimbang ngajak ngobrol orang yang baru dikenal. Ga lama kemudian, saya dapat kabar dari sahabat saya kalo sang gebetan ingetnya sama sahabat saya yang satu lagi. Hmm, apa segitu randomnya saya ya sampe ga bisa diinget gitu? Yah, let it flow aja lah.. Kalo jodoh sama si mas itu ya ada aja jalannya, kalo bukan ya berarti ada yang lebih baik dari mas itu.. Bersyukur doe bersyukur.. Wong sejatine urip kuwi mung ngelakoni skenario saking Gusti Pangeran.. Sing sabar yo nduk..

Jumat, 13 Juli 2012

Speaking of success

How come the meaning of success depends on the place where we work?
If we work as a civil servant in some 'gorgeous' ministries then they'll be more proud of us. If we work for state owned companies, people will give more respect to us, they will think that we will always have brilliant ideas.
I DON'T GET IT..
For me, success is a courage to be honest for enjoying our journeys to become the best of ourselves. I believe one thing, God doesn't make a junk. He made us for purpose that only us can fulfill it.
Success isn't a matter of place where we work. It is a matter of honesty and courage to become the best of ourselves for fulfilling God's purpose. ♥

Rabu, 06 Juni 2012

Congrats my big tiny sist!

6 Juni 2012 adalah tanggal yang sangat bersejarah buat kakak saya. Tepat di malam hari ketika perjalanan pulang dari kantor ke rumah, kakak ditelepon oleh pihak HRD salah satu perusahaan televisi swasta di Indonesia. Kakak dinyatakan berhasil melalui serangkaian tes dan resmi menjadi bagian dari salah satu perusahaan televisi swasta itu. Puji Tuhan, doa kita semua didengar oleh Tuhan. Bahagia bercampur deg2an meliputi perasaan kakak. Aku juga sangat senang karena kakak yang selama ini sedih karena merasa seperti tidak menjadi dirinya sendiri dalam melakukan pekerjaannya di kantor sebelumnya akhirnya mendapat kesempatan untuk berkarya di perusahaaan televisi swasta impian dia. Aku bersyukur sekali kepada Tuhan Maha Pengasih dan Maha Pemeluk Mimpi. Satu langkah lagi telah Kau buka bagi kakak untuk mencapai impiannya.
Banyak hal yang bisa aku petik dari kabar gembira ini. Aku menyaksikan sendiri betapa Tuhan benar-benar menyertai langkah umatNya yang tak pernah menyerah untuk mewujudkan impian-impiannya. Aku percaya bahwa keyakinan itu harga mati dan tidak bisa ditukar dengan apapun. Ketika seseorang yakin bahwa dia akan bisa mencapai suatu hal dan berjuang keras untuk mencapai hal tersebut, cepat atau lambat pasti dia akan mendapatkannya. Lewat kejadian ini aku semakin diteguhkan lagi bahwa sejatinya tempat menaruh harapan adalah Tuhan semata. Harap kepada manusia, kecewa yang didapatkan. Harap pada Tuhan, sumber kekuatan. Dia tak pernah ingkar janji, selalu memberi yang terbaik pada umatNya. Aku juga diajarkan akan arti kesabaran. Sabar menunggu akan waktu Tuhan. Percaya kepada Tuhan berarti termasuk percaya kepada waktu terbaik yang sudah Dia rancangkan untuk kita.
Selamat berkarya kakakku Natasya Sarah Mountina. Ini adalah pintu masuk untuk mencapai impian-impian selanjutnya. Aku percaya Tuhan selalu bersamamu dan akan menjagamu selalu. I'm gonna miss youuuu :''')

Here I post our picture in the car while we were waiting for our mom finishing her business :p
My blood, aishiteru ! :*

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Senin, 21 Mei 2012

Rindu

Pernahkah kau merasakan sepi di hati?
Pernahkah kau merasakan rindu yang begitu dalam tetapi tak bisa kau sampaikan?
Berkomunikasi sudah tak seharusnya dilakukan..
Menangis menjadi jawaban..
Kusematkan doa pada Tuhan memohon tuk menjaganya selalu..
Memberi dia kebahagiaan dan kebaikan..

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kamis, 26 April 2012

Low ebb

Moving on is not as easy as people said. Trying to open my heart to get to know each other, but it always ends up with nothing. The story about the latest one, founding he keeps loving his ex and doesn't have compassion to fall in love again with the other woman untill his ex found someone is such a sign from God. He is not the one.
I've been trying to get to know each other with many guys. Why does it always end up with nothing? Why does he move so easily while I'm here so miserable waiting for the one?
I don't know about what might happened in tomorrow, the next two days, next week, next year. This is kinda low ebb. Should I give up?


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 25 April 2012

Dad, I love you..

Hari ini Mas Aris dialihtugasin buat nganter kakak ke dua perusahaan buat kepentingan wawancara kerja. Kenapa harus dianter, soalnya kakak setelah tes harus ke bandara. Dia harus ke Jakarta dlm rangka menghadiri job fair yang diadain oleh salah satu grup perusahaan media di Indonesia. Dan berhubung Ayah saya adalah ayah yang sangat bertanggungjawab dan sangat sayang sama anak-anaknya, saya pun dianterin ke kantor hari ini. Kenapa saya ga nyetir sendiri? Karena mobilnya mau dipakai sama Ayah saya. Ahay, dianterin ke kantor sama Ayah itu nyenengin banget rasanya. Priceless. Promise soon I'm gonna make you proud. Love you Daddy! :*
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kamis, 19 April 2012

Dimarahin

Akhir-akhir ini saya sering banget dimarahin sama orang-orang di sekitar saya. Pertama, temen-temen kantor yang ga pernah setuju ngeliat muka saya yang cemberut karena galau berkepanjangan yang ga seharusnya. Kedua, temen saya yang baru saya kenal dua hari yang lalu juga marahin saya lewat bbm gara-gara (lagi-lagi) galau yang ga pada tempatnya. Ketiga, tadi sore ada temen deket saya yang marahin saya karena saya yang terlalu mikir negatif yang jadinya bikin saya ketakutan buat mulai percakapan duluan dengan cowok. Kayaknya sikap saya yang ga lepas dan terlalu serius dan pemikir ini udah mulai ngeganggu kehidupan orang-orang di sekitar saya deh. Saya dimarahin begini karena mereka semua peduli sama saya kan? Saya akan berusaha menguranginya sedikit demi sedikit secepatnya. Tuhan bersama saya :).

Minggu, 01 April 2012

Lie

You keep saying that no matter what I will always be a part of your life but you keep going to love her. That's not love, that's totally a lie. Thanks for being a very professional liar.

Jumat, 30 Maret 2012

Mari Berkarya :)

30 Maret 2012, hari ke dua massa berdemo besar-besaran dalam rangka menolak kenaikan harga BBM. Indonesia adalah negara demokrasi. Prinsip negara demokrasi secara simple bisa disimpulkan sebagai berikut : "dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Merasa hidup di negara yang memberi hak kepada rakyat untuk bersuara, maka berdemolah rakyat secara besar-besaran. Rakyat menentang keras keputusan pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM.
Berdemolah, tidak ada yang melarang. Tetapi tolong berdemolah yang bijak. Bersopan santunlah dalam berdemo, jagalah fasilitas dan transportasi umum, hargai masyarakat yang lain yang tidak ikut berdemo. Peliharalah keamanan dan kenyamanan Indonesia yang menjadi hak rakyat.Anarki bukanlah jawaban, Kawan. Anarki tidak akan menyelesaikan masalah malah hanya memperparah keadaan.
Daripada menyuarakan isi hati yang berujung pada anarki, lebih baik berikanlah karya nyata untuk Indonesia. Minimal dengan memberikan usaha maksimal kita untuk pekerjaan kita, kita udah berkarya. Berkarya berarti sudah memberi kontribusi untuk Indonesia. Syukur-syukur kalau bisa memberi kontribusi besar untuk Indonesia lewat prestasi-prestasi gemilang kita. Berkaryalah wahai Kawan Sesama Rakyat Indonesia. Dalam bidang apapun, selalu berikan usaha maksimal agar kita bisa berkontribusi secara nyata untuk bangsa.

Kamis, 08 Maret 2012

Habis Hujan Tampak Pelangi :)

3 Maret 2012, tanggal yang ga bakal bisa saya lupain seumur hidup saya. Tanggal pertama kalinya saya ga nemenin dia di hari ulang tahunnya. Saya memang bukan lagi perempuan yang bisa nemenin dia di hari ulang tahunnya sejak keputusan pisah yang kita ambil kurang lebih lima bulan yang lalu. Memang ga banyak yang tahu tentang perpisahan kita karena memang kita ga pengen ini semua jadi konsumsi publik. Tapi toh ya lama-kelamaan semuanya tahu kalau kita pisah.
Hari itu hari Sabtu, hari buat males-malesan, doing nothing, tweeting all day long. Berhubung dia ulang tahun, muncullah dia dengan seringnya di timeline saya dalam rangka ngebalesin satu per satu ucapan selamat ulang tahun dari follower-followernya. Banyak dari mereka yang ngedoain supaya dia panjang umur, sehat, sukses terus. Ga sedikit juga yang ngedoain supaya dia cepet dapat jodoh dilengkapi dengan amin dari dia. Tweet-tweetnya dia berhasil ngebikin saya galau sepanjang Sabtu. Dalam rangka merayakan hari spesialnya dia, saya pun sempat nulis di twitter beberapa baris doa buat dia:
"Di hari spesialmu ini aku berdoa memohon supaya kau dapat kembali menemukan bahagia.. Tak lupa kuselipkan satu pinta, jangan pernah lupakan kenangan kita.. Itu saja."
Saya sedih karena saya sudah tidak bisa menemani dia lagi di hari spesialnya dia. Tapi ga munafik, ada satu perasaan dimana saya ngarep kalo dia bakal bbm saya buat ngajak saya dinner atau apalah, intinya celebrating his special day. Namun sekali lagi, kenyataan itu ga selalu sejalan sama harapan, dan saya harus nerima kenyataannya, pahit ataupun manisnya. Saya tanya ke dia apa dia nraktir anak-anak APS (UKM Fotografi Unair) pas ulang tahunnya dia, dia bilang dia ga nraktir mereka dan pas dia bales bbm saya, dia sudah di rumah dan itu sekitar jam 11.49 malem. Feeling saya bilang kalo dia tadi sore jalan sama gebetannya. Aku tanya lagi pas besok paginya, apa dia jalan sama gebetannya akhirnya dia bilang iya.
Berasa luka di tangan karena kesilet yang dikasih jeruk nipis rasanya, perih banget. Saya nangis sekenceng-kencengnya, hati saya hancur, mental saya down, bahagia saya hilang. Perasaan ini persis kayak waktu saya nangis karena ngebayangin kalo suatu hari harus pisah sama dia karena beda. Spontan, dia nelepon saya, dia denger secara live tangisan saya dan dia yang tadinya mau marah karena saya nanyain dia terus tentang kemarin dia kemana dan sama siapa jadi ga marah dan cuma bilang "udah jangan nangis.. tadinya mau marah ga jadi marah deh.. udah diem.." Saya pun tetap menangis sesenggukan dan mereda.. Saya bilang ke dia saya mau tutup teleponnya karena saya harus siap-siap, mau pergi ke gereja. Jujur saya kalut banget tapi saya tetap yakin dengan saya pergi ke gereja, hati ini akan jauh lebih tenang..
Pulang dari gereja saya sempat nanyain lagi ke dia, apa dia kemarin pergi dinner dan nonton sama gebetannya. Dia dengan santainya ngejawab kalau yang bilang dia jalan sama gebetannya itu bukan dia, tapi saya. Dia ngerevisi dengan bilang kalo dia pergi dinner dan nonton sama keluarganya kayak biasanya. Saya cuma bisa diem aja dan ga tau faktanya kayak gimana. Saya pun percaya sama dia tapi dalam hati ga bisa dipungkiri masih ada rasa penasaran yang sangat besar tentang faktanya.
Sahabat-sahabat saya yang tahu banget kalau perasaan saya lagi ga karuan pun ngajakin saya karaoke. Saya pun karaokean sama mereka, mereka sukses bisa bikin saya ngelupain kacaunya perasaan saya. Walaupun sebentar tapi saya bersyukur saya punya mereka, mereka ada ga cuma pas saya lagi seneng aja, mereka sangat ada pas saya susah. Thank GOD i have them :)
Pulang dari karaoke, saya pun ngelihat recent updates, ternyata saya belom ngucapin selamat ulang tahun ke kakak kelas saya. Saya pun ngucapin ke kakak kelas saya itu dan dia bilang makasih ke saya. Dia pun ngajakin saya chatting, dia bilang kalo dia ketemu sama mantan saya di sutos dan nonton sama orang. Dia tanya lagi ke saya apa saya masih sama mantan saya atau ga. Saya jujur bilang kalau saya dan mantan saya itu memang udah pisah. Dia pun bilang gini "pantes kok yang aku lihat jalan sama mantan kamu itu bukan kamu, Don.. Anaknya putih gitu, aku sempet dikenalin sih, tapi aku ga inget namanya, aku buru-buru, aku lupa.."
Hati saya yang sudah hancur ini makin remuk, perih banget rasanya dibohongin sama orang yang masih kita sayangin. Saya bbm dia dan ga dibales malem itu. Dia baru bales besok pagi dan akhirnya dia ngaku kalo dia memang pergi sama gebetannya itu. Dia bilang dia ga tega denger saya nangis sekenceng-kencengnya dan akhirnya dia memilih buat bohongin saya supaya saya bisa tenang dan ga kepikiran dia. Dia sempet kesel juga sama temen saya yang ngasitau kalau dia jalan sama gebetannya. Saya bilang ke dia kalau dia ga perlu tahu siapa yang ngasitau ke saya, yang jelas saya sudah tahu faktanya pas dia ulang tahun yang nemenin dia itu siapa dan dia jalan kemana. Dia minta maaf buat semua yang udah terjadi, dia bilang dia cuma ga pengen ngelihat saya sedih berkepanjangan, dia cuma ga tega ngedenger saya sedih banget kayak waktu di telepon.. Saya kuatkan hati saya dengan balas bbmnya, saya ngucapin makasih ke dia buat 3 tahun 3 bulan yang udah dijalanin bareng saya, buat semua pelajaran kehidupan yang udah dia kasih ke saya. Saya juga bilang kalau saya capek kalut dalam perasaan yang saya tahu ga bakal bisa dilanjutin ke depannya ini. Saya putusin hari itu juga saya mau ngelepasin dia, saya mau belajar ikhlas, saya harus lepasin dia. Saya minta ke dia supaya dia ngedoain saya supaya saya bisa bahagia lagi.
Hari ini, 8 Maret 2012 jam 11.47 malem.. saya masih di depan laptop ini mencoba menumpahkan semua perasaan saya yang ada lewat tulisan curhat ini.. Sampai sekarang kalau boleh jujur, saya masih dalam proses melupakan dia. Memang tidak mudah untuk melepaskan orang yang pernah menemani kita selama bertahun-tahun, terkadang sakitnya masih agak terasa. Kenangan-kenangan bersama dia kadang muncul lagi. Tapi kalau saya tidak memulainya saya tidak akan pernah bisa melupakan dia dan tidak akan pernah bisa membuka hati lagi. Jujur saya tidak akan pernah bisa melupakan kenangan kita, saya hanya memilih untuk meninggalkannya. Saya putuskan untuk tetap berjalan, berjalan meninggalkan dia dan semua kenangan yang pernah ada di antara kita. Saya bisa bertahan untuk tidak menoleh ke belakang sampai hari ini, semuanya karena Tuhan yang menguatkan saya. Saya percaya pepatah "Habis hujan tampak pelangi", saya yakin setelah ini akan ada "pelangi" buat saya. Saya juga tidak tahu kapan "pelangi" itu akan datang, tapi satu yang pasti Tuhan tidak pernah ingkar janji. Saya percaya Tuhan akan memberikan kepada saya "pelangi" itu, dan semuanya indah pada waktuNya :) #aminYaTuhan



Senin, 27 Februari 2012

Bahagia itu Sederhana

"Lagi kerja sambil dengerin Westlife Change The World jd inget2 sm @donnaevita n @tasyasarah pas jman masih imut2 di Jkt.. Hahaha :D"
Begitu tweet salah seorang teman yang masuk di mention saya. Ya, saya dan teman-teman saya memang punya banyak kenangan masa kecil yang indah bareng Westlife. Waktu kita mau jalan-jalan ke plaza atau mall, mau berenang, atau disuruh nemenin nyokap pergi nyelesein keperluannya pasti pas di perjalanan selalu ditemenin sama suara lima abang-abang ganteng itu. Mulai dari album "deluxe", dvd live concert "westlife stories", "coast to coast", sampai album yang ada lagu "world of our own" ga ketinggalan kita dengerin. Majalah Kawanku edisi khusus Westlife berhadiah poster lengkap semua personil sukses jadi majalah wajib beli buat saya dan teman-teman saya. Pokoknya, dulu anything that related to Westlife pasti kita tahu dan kita punya. Bisa dibilang we were HUGE FANS OF WESTLIFE when we were at elementary school :D.
Kenangan-kenangan masa kecil yang indah bareng teman-teman saya yang potongan-potongan scene nya bergantian muncul kayak di film-film itu spontan ngebikin saya ngebales tweet teman saya tadi kayak gini:
"@lieyariesta @tasyasarah jaman cupu.. Eh tapi ngerasa ga sih kalo dulu bahagia tuh sederhana bgt? dengerin Westlife aja udh sng ga karuan."
Ga lama kemudian Kakak saya pun ngebales tweet saya:
"Soalnya dulu kita msi kecil gtw arti hdp yg sbnrnya *duh bahasa gueh*-__-" RT @donnaevita @lieyariesta"
Saya pun ngebales lagi:
"@tasyasarah @lieyariesta kayaknya dulu tuh hidup lebih simpel ya.. kemana perginya sih bahagia yang sederhana itu?"
Sang kakak ngebales lagi:
"Dy psti dateng lagi kog :D RT @donnaevita @lieyariesta"
Lalu muncul lagi balasan dari teman saya yang ngetweet saya di awal tadi:
"Dulu apa2 kita bikin happy :D RT @tasyasarah Soalnya dulu kita msi kecil gtw arti hdp yg sbnrnya *duh bahasa gueh*-__-" @donnaevita"
Saya memilih untuk tidak membalas tweet-tweet mereka lagi dan memilih untuk menuliskannya di sini. Saya sendiri juga heran dan bertanya-tanya. Mengapa ketika kita masih kecil bahagia itu bisa dirasakan dengan sangat sederhana? hanya dengan mendengarkan lagu-lagu Westlife saya dan teman-teman saya bisa senang luar biasa. Ngelihat konser Westlife cuma lewat vcd sudah bisa bikin kita ngerasa paling ngehits dan keren sendiri. Bisa punya majalah Kawanku edisi khusus Westlife bangganya maksimal banget. Intinya dulu tuh semua perasaan menyenangkan bisa dirasain hanya dengan hal-hal sederhana.
Apa mungkin karena dulu kehidupan itu ga sekompleks sekarang? atau mungkin karena dulu kita cuma anak kecil yang belum banyak tahu arti dunia? Atau kita sendiri yang ngebiarin kebahagiaan yang seharusnya bisa dirasa secara sederhana itu dirampas oleh bising dan sibuknya dunia kita? Mungkin saya belum bisa nemuin jawaban pastinya tapi saya selalu berharap supaya saya bisa selalu bahagia, bahagia secara sederhana dengan cara-cara yang dimunculin sendiri.
Yuk nyoba nilikin dan nginget lagi satu per satu hal-hal sederhana yang bisa bikin kita bahagia. Kalo segala sesuatunya kita lihat lebih dekat, kita perhatiin lagi, ternyata banyak kok hal-hal kecil yang masih bisa bikin kita bahagia ga peduli berapapun usia kita. Tiap-tiap orang pasti punya hal-hal sederhana nya sendiri buat bisa bahagia secara sederhana. Buat saya, bisa dengerin lagu-lagu favorit saya, bisa baca novel yang kita pengen banget, bisa ketemu dan curhat-curhatan sama temen-temen kantor, bisa bernafas dengan lega itu empat contoh simpelnya. Yuk coba deh mulai merhatiin apa yang jadi hal-hal sederhana pencipta kebahagiaan kita. Kalau kita udah merhatiin, nginget, dan ngelakuin niscaya si Dia (bahagia yang sederhana) itu bakalan muncul terus kok. Selamat berbahagia :)





Kamis, 23 Februari 2012

In Everything Give Thanks :)

Kalau boleh diibaratin, hari ini itu kayak permen nano-nano, manis asem asin, RAME rasanya. Pertama, gue bilang hari ini itu manis soalnya hari ini ada visitan. Berharap langsung closing hari ini juga, tapi ternyata kenyataan ga selalu sejalan sama harapan, Bapak A yang gue visitin tadi buru-buru mau pergi, beliau bilang promo-promo yang gue tawarin bakal dipikirin dulu dan gue nawarin ke beliau buat ngehubungin lagi minggu depan. Harapan yang ga sesuai kenyataan dan masih ngegantung ini gue bilang asem rasanya.
Habis visit Bapak A, gue harus ngasih gift ke Ibu B. Oke, gift sudah diterima dengan baik dan mulailah seorang teman nawarin produk investment and whatsoever itu ke Ibu B. Tiba-tiba datanglah Bapaknya si Ibu B, bertanyalah beliau kepada si teman dan berdebatlah mereka tentang produk tersebut. Dan bukan nasabah namanya kalo ga banding-bandingin produk kita dengan kompetitor. Berakhir dengan kalimat yang sama dengan Bapak A yang tadi pagi gue visitin, Ibu B juga masih mau mikirin penawaran sang teman dan mau kasih kabar pas akhir bulan. Mirip ujian atau sidang skripsi yang lulus dengan nilai BC suasana yang tadi gue lihat selama kurang lebih satu jam itu. Habis debat sana-sini, pengcounteran jawaban, diakhiri dengan small talk, dan belum juga closing, asin banget kan rasanya?
Kerja jadi marketing itu emang butuh tenaga ekstra. Ekstra semangat, ekstra ketekunan, ekstra kesabaran, dan mental yang ekstra. Penolakan dan penundaan itu cuma anak tangga yang harus dilewatin buat kita menuju ke closing. Gue yakin Bapak A dan Ibu B tadi bakal closing kok, masalah waktunya cuma Tuhan yang tahu. Tetep harus bersyukur dalam keadaan apapun karena Tuhan senang dengan orang-orang yang pandai bersyukur. Jadi, mau manis asem asin rasanya tetep inget "IN EVERYTHING GIVE THANKS" :)